Tuesday, June 1, 2010

Jimbul - Straight Edge. Sebuah Pemberontakan.

Masih ingat sama Quest For Justice ? ben oldschool dari timur Jakarta ini sangat terkenal dengan musik dan vokal ala Youth Of Today, meskipun dulu banyak ben oldschool yang juga punya vokalis dengan gaya nyanyi Ray Cappo, tapi buat saya pribadi, cuma Muhammad Fadli aka Jimbul yang total mirip :))

Setelah sempat 'menghilang' dan absen di gigs lokal, saya kembali bertemu dengan Jimbul tepat saat Bold main di Jakarta. Saking lamanya ga ketemu, yaa berceritalah kita tentang ini itu, termasuk soal proyek ben barunya yang berencana mengeluarkan rilisan di tahun ini. Dan kali ini Jimbul yang sekarang berprofesi sebagai wartawan dan pelaku parkour, berbagi cerita tentang lirik lagu yang dia buat untuk ben barunya, dan juga tentang ke-straightedge-tan-nya dia yang masih bertahan sampai sekarang, so guys check this one out.

-Mr.Mosh/UxB-



Rebel Until The End

"Straight Edge is my destiny. Rebel until the end. The passion and spirit is never change . Straight edge is my way

I’ve been protest for what I’ve done. Marks this X and stand alone. 13 years I’ve made it and still strong. Never stop to move along

When he said, “I’ve got better things to do”. And the others said “now take the oath”. It feels likes this faith is never changes. To rebel until the end."

Lirik lagu diatas sengaja saya ciptakan buat album rekaman band yang rencananya akan masuk recording dalam waktu dekat ini. Sepotong kata-kata mewakili apa yang saya rasakan ketika memutusukan untuk menjadi Straight Edge. Tahun 1997 merupakan tahun awal saya memulai untuk mengambil Straight Edge sebagai sarana untuk mengontrol diri dari beberapa hal merusak tubuh, dalam arti rokok, drugs, alcohol, serta sex bebas.

Menjadi seorang Straight Edge di SMA saat itu merupakan sebuah perjuangan tersendiri. Banyak yang memicingkan matanya, cemooh, dan banyak juga yang menyepelekan. (Maklum, mereka ngga ngerti Straight Edge karena mereka juga ngga ngerti Hardcore and Punk). Bahkan banyak juga yang protes “Kenapa lo ikut-ikutan budaya luar, Straight Edge khan budaya luar”?.

Saat itu saya masih SMA dan belum bisa banyak menjawab, namun dalam hati saya, yang ada hanya pemikiran "apapun yang bentuknya positif, tidak ada salahnya untuk dijalani". Walaupun sebenarnya tanpa perlu jadi Straight Edge, dengan keyakinan spiritual atau religi yang saya anut, semua hal itu juga bisa kujalani tanpa perlu mengklaim menjadi Straight Edge. Namun sebagai sarana untuk membantu keyakinan tersebut, rasanya Straight Edge berguna untuk mendukung untuk mengontrol diri. Karena pada usia seperti itu, diri saya masih sangat labil dengan pengaruh lingkungan, teman-teman, dan tontonan TV sangat dekat dengan dunia rokok, drugs, alcohol, bahkan sex bebas.

Rasanya dunia drugs dan sex tersebut memang sudah menjadi bagian dari dunia musik, khususnya musik punk rock saat itu. Namun yang gue butuhkan saat itu adalah sebuah sarana untuk memberontak dengan keadaan seperti itu. Berontak dari hal-hal yang merusak diri yang sangat lekat dengan dunia Punk dan Hardcore. Saat itu, jumlah Straight Edge masih bisa dihitung dengan jari. Ada beberapa orang, namun jarang ada yang bertahan. Dan saya sangat senang, sampai saat ini saya masih bisa mempertahankannya.

Ada dua lirik lagu yang cukup mempengaruhiku saat itu untuk bertahan untuk menjadi seorang Straight Edge sampai saat ini. Yang pertama lirik lagunya Minor Threat “Straight Edge”. Rasanya dilirik lagu itu, Ian Mackaye benar-benar berontak dari apa yang terjadi di sekitarnya saat itu. “I’m just a person like you. But I’VE GOT BETTER THINGS TO DO. Than sit around and smoke dope. 'Cause I know I can cope. Laugh at the thought of eating ludes. Laugh at the thought of sniffing glue..(Bait kedua)” .

Sedangkan lirik kedua yang menginspirasi saya adalah dari Youth Of Today “Youth Crew”. Di lirik ini lebih terdengar seperti sebuah janji terhadap diri sendiri untuk mempertahankan Straight Edge. “X on my hands, NOW TAKES THE OATH..”. Walaupun mungkin kedua pencipta lirik lagu ini dikabarkan sudah tidak lagi mengklaim dirinya sebagai Straight Edge, namun apa yang mereka sebarkan saat itu tertanam di diri saya untuk belajar melihat Straight Edge dalam bentuk lain. Mungkin kalau dalam tanggapan saya, Straight Edge bukan sekedar positive lifestyle, karena sebenarnya masih banyak positive lifestyle yang lainnya yang pantas juga untuk dijunjung. Menurut saya Straight Edge adalah sebuah pemberontakan. Berontak dari hal-hal yang dapat merusak tubuh. Dan itulah yang mengilhami lagu ini.


Sekilas Straight Edge

Straight Edge adalah sebuah gaya hidup, filosofi dan pergerakan anak muda yang menganut anti penggunaan narkoba, penggunaan minuman beralkohol, merokok dan hubungan sex bebas (casual sex). Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/ hardcore yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan.

Banyak orang yang mengklaim bahwa dirinya seorang penganut faham ini karena mereka ingin mengontrol kehidupan mereka, berontak dari budaya penggunaan narkoba, menghindari diri berhubungan dengan narkoba, mereka menyaksikan efek negatif dari penggunaan narkoba dalam keluarga atau teman-teman, atau bahkan bisa pula untuk membedakan diri. Filosofi utama yang dibawakan oleh penganut faham ini adalah penggunaan narkoba terhadap lingkungan sosial dan krisis moral yang bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga, bisnis dan khususnya kehidupan anak-anak remaja.

Ide tentang straight edge ini sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70-an yakni The Modern Lovers. Namun istilah Straight Edge dicetuskan oleh band Minor Threat, band ini disebut sebagai dasar gaya hidup ini, dalam sebuah lagu mereka yang berjudul Straight Edge dalam album EP pertama. “I'm a person just like you. But I've got better things to do. Than sit around and fuck my head. Hang out with the living dead. Snort white shit up my nose. Pass out at the shows. I don't even think about speed. That's something I just don't need. I've got the straight edge. I'm a person just like you. But I've got better things to do. Than sit around and smoke dope. 'Cause I know I can cope. Laugh at the thought of eating ludes. Laugh at the thought of sniffing glue. Always gonna keep in touch. Never want to use a crutch. I've got the straight edge”

Minor Threat

Lagu ini terlihat panggilan untuk pantang dari konsumsi rokok, alkohol dan narkoba, sebuah hal baru dalam musik rock,. Bahkan diperjelas lagi tiga prinsip Straight Edge dalam lagu Minor Threat lainnya yang berjudul Out Of Step. “I Don't smoke, I Don't drink, I Don't fuck. At least I can fucking think”.

Pergerakan straight edge yang telah diikuti oleh beberapa orang sebenarnya tidak disangka oleh vokalis Minor Threat Ian MacKaye, ia menyatakan sejumlah kali bahwa dia tidak memiliki tujuan untuk membuatnya menjadi sebuah gerakan.


Simbol X

Huruf X adalah simbol yang paling dikenal dari straight edge, yang umum dipakai sebagai tanda di punggung kedua tangan, tetapi bisa juga ditampilkan pada bagian tubuh lainnya. Menurut sejumlah wawancara yang dilakukan oleh wartawan, logo "X" straight edge dapat dilihat jejaknya dalam pelaksanaan pada acara singkat band Teen Idles yaitu U.S. West Coast tour tahun 1980. Teen Idles telah dijadwalkan untuk bermain di Mabuhay Gardens San Francisco, tetapi ketika band tiba, manajemen klub menemukan bahwa seluruh band ini masih di bawah umur minimum dan karena itu mereka ditolak masuk ke dalam klub tersebut. Sebagai kompromi, manajemen menandai tiap kedua tangan anggota band Idles' dengan logo hitam besar "X" sebagai peringatan kepada seluruh staf klub agar tidak memberikan alkohol ke mereka.

Setelah kembali ke Washington DC, band ini diberikan sistem yang sama oleh klu-klub lokal sebagai maksud membolehkan para remaja untuk masuk kedalam klub untuk menyaksikan acara musik tanpa memberikan alkohol kepada mereka. Tanda itu secepatnya diasosiasikan dengan gaya hidup straight edge. Dalam beberapa tahun, pada acara musik dan bahkan di klub-klub dansa telah memulai mengadopsikan sistem ini.


Tiga era Straight Edge

Oldschool (1970 - awal 1980)


Perkembangan gaya hidup Straight Edge ini banyak di adaptasi oleh band-band lainnya seperti, 7 Seconds, SSD, Uniform Choice, Cause for Alarm. Band-band tersebut adalah band hardcore punk yang berada di era “oldschool”. Band-band era ini lebih banyak berteriak tentang movement Straight Edge dibanding bernyanyi. Lagu mereka terdengar seperti orang yang sedang orasi dengan diiringi musik agresif dan cepat ala hardcore punk. Gaya seperti itu akhirnya menjadi ciri khas band hardcore punk di era “oldschool”. Pada awalnya paham ini berkembang di Washington D.C dan New York, kemudian akhirnya berkembang juga di Kanada.


Youth Crew (pertengahan 1980)

Walaupun pada awalnya secara musikal, band-band straight edge terdengar tipikal, di pertengahan tahun 80-an musiknya mulai berkembang dan meluas sesuai dengan karakter band masing-masing. Era “Youth Crew” lahir ketika band-band hardcore punk Straight Edge mulai menjamur dan akhirnya mereka memiliki kecenderungan untuk bersatu membuat pergerakan dan media sendiri untuk menyebar luaskan gaya hidup straight edge.

Youth Of Today

Namun bukan berarti mereka tidak manggung bersama band-band yang non-straight edge. Mereka justru lebih mengedepankan semangat persatuan. Suatu komunitas yang lahir karena memiliki sudut pandang yang sama: yaitu menyukai musik punk/ hardcore sebagai bagian dari subkultur yang tercipta saat itu. Gorilla Biscuits, Judge, Bold, Youth of Today mereka adalah beberapa band yang menonjol di era “Youth Crew”.

Ternyata seiring perkembangannya, straight edge mulai berkaitan juga dengan perihal pergerakan animal rights, vegan dan vegetarian. Youth Of Today adalah band yang paling lantang menyuarakan perihal hak-hak dan perlindungan terhadap hewan, vegan dan vegetarian pada tahun 1988. Dalam lirik lagu “No More”, Ray Cappo vokalis Youth Of Today menekankan tentang pandangannya terhadap hak-hak hewan dan vegan: “Meat-eating, flesh-eating, think about it/ so callous this crime we commit”. Sampai akhirnya banyak band yang menyuarakan hal yang sama dan hampir semua band di akhir tahun 1980-an di Amerika dan Kanada menyuarakan tentang hak-hak hewan dan kekejaman terhadap hewan.

Namun bukan berarti juga bahwa seorang vegan/ vegetarian itu adalah seorang straight edge, begitu juga sebaliknya. Menjadi vegan/vegetarian bukanlah sebuah keharusan di dalam gaya hidup straight edge. Vegan dan vegetarian hanya bagian dari perkembangan straight edge itu sendiri dan semua kembali kepada pilihan masing-masing individu.


Militan (1990)

Di dalam perkembangannya, straight edge juga sempat ternoda dengan beberapa militan dari band straight edge itu sendiri dan band yang paling menonjol dengan sikap garis keras dan militannya adalah Earth Crisis. Setelah gaya hidup straight edge sempat berkembang sampai ke perihal vegan/vegetarian pada akhir 80′an, di awal tahun 90′an bermunculan band-band yang mengadopsi paham serupa namun mereka cenderung lebih militan.

Earth Crisis

Militan disini mereka cenderung picik, mudah menuduh, minim toleransi terhadap non-straight edge dan berpotensi melakukan kekerasan. Mereka berpikir bahwa dengan metode gerakan yang keras dan militan akan lebih efektif dalam mempromosikan hidup bersih, padahal hal tersebut justru menjadi bomerang bagi mereka sendiri dan tentunya straight edge saat itu sempat tercoreng dan mulai menjadi bahan cemoohan di kalangan underground.


Era 2000-an

Seiring dengan jalannya waktu dan lahirnya band-band baru, cap negatif terhadap straight edge berangsur-angsur pulih. Komunitas dan band-band straight edge tahun 2000′an mempersatukan kembali kultur punk rock kepada kondisi awalnya yang lebih toleran terhadap komunitas dan band-band lain yang non-straight edge. Kalangan straight edge mengalami pendewasaan, mereka sudah berbaur di satu panggung dengan band-band yang non-straight edge. Mengingat straight edge adalah gaya hidup yang lebih ke arah pilihan pribadi. Band-band straight edge yang menonjol di tahun 2000-an diantaranya adalah Allegiance, Black My Heart, Casey Jones, Champion, Down to Nothing, Embrace Today, The First Step, Have Heart, Righteous Jams, Throwdown, xTyrantx, Fight Everyone dan Stick to Your Guns.


Straight Edge di Indonesia

Jimbul with Change Within

Seiringnya berjalan waktu, komunitas Straight Edge di Indonesia juga bermunculan. Era 2000 merupakan tahun-tahun bermunculannya para Straight Edge dan berani menampakkan diri.Beberapa individu mengklaim mereka Straight Edge dan tidak jarang band-band Hard Core juga mengadaptasi band mereka sebagai band Straight Edge. Warna musik mereka pun juga sangat beragam walaupun tetap dan jalur Hard Core dan Punk. Di antaranya ada Thinking Straight, Brave Heart, Strike Hard, Rain Coat, dan masih banyak band lainnya.

No comments:

Post a Comment