Wednesday, September 29, 2010

Nothing Will Tear Us Apart

Sebenernya saya agak bingung mau nulis gig review kali ini, selain karena saya sangat sibuk malam itu (*apeeeeeuu :p), saya agak bosan dengan gaya mereview gig dengan menjabarkan detail band per band.

Its been 4 days since 'farewell' show for our beloved friend John Patrick aka Joneh. Semua memori di hari itu masih terekam di memori saya terbungkus lengkap dengan rasa pegal plus nyeri-nyeri di badan saya. What a great show, meskipun buat saya pribadi dan beberapa temen, Sabtu kemarin adalah show yang paling 'aneh', kalo selama ini kita nge-organize acara bareng-bareng sama Joneh, dari mulai bikin flyer, promo online, dan macem-macem, kali ini kita bikin acara tanpa dia, dan acara yang kita organize adalah acara farewell buat dia.

Seperti yang saya bilang di paragraf awal, saya tidak akan mereview band per band, karena kali ini kamu akan mengetahui beberapa hal menarik yang terjadi selama acara berlangsung Sabtu 25 September 2010 kemarin.

  1. Officially, tercatat sebanyak 620 tiket terjual, penjualan tiket 'disudahi' saat Straight Answer main. Bisa jadi ini adalah acara dengan penjualan tiket terbanyak setelah Hardfest 3 pada tahun 2007 di tempat yang sama dengan jumlah tiket yang terjual kurang lebih hampir 500 tiket.
  2. Looserz kembali main setelah vakum hampir selama 2 tahun, posisi vokal pun diisi secara bergantian oleh Moegky of Paper Gangster, Oyi Nervous Breakdown, dan Uncle G of Firsnote Recs.
  3. Selain Looserz, Lost Sight juga kembali tampil setelah sekian lama absen, seperti yang diklaim Ojrap, di acara ini mereka pertama kalinya tampil dengan full team since that one.
  4. Acara itu juga adalah penampilan terakhir alias last show dari A Thousand Punches, after 5 years, now they called it a day.
  5. Final Attack juga tampil dengan additional bassist yaitu Samid dari Sense of Pride, yang juga bergantian dengan Andra Punch di lagu Last Two Years, juga Dodski di lagu Weak People Cant be Sincere.
  6. Straight Answer tampil spesial karena semua personilnya minus si drummer memakai kemeja ala wedding band.
  7. Saking semangatnya, ada beberapa orang yang mengalami cidera bocor di kepala, pingsan, dan lain lain.
Ohh, seperti biasa, selalu ada dokumentasi di setiap acara, so kamu bisa cek beberapa preview photo dari temen temen yang jadi stage photographer hari itu.



Strike Hard, taken by Boiy


So Much More, taken by Boiy


Raincoat, taken by Boiy


Straight On View, taken by Boiy


Rejected Kids, taken by Dinda Advena


Sense Of Pride, taken by Boiy


Brave Heart, taken by Boiy


Lost Sight, taken by Boiy


Paper Gangster, taken by Arief Wahyudi


Grave Dancers, taken by Arief Wahyudi


Ghaust, taken by Arief Wahyudi


Straight Answer, taken by Arief Wahyudi


Looserz with Uncle G, taken by Dinda Advena


Hellowar, taken by Dinda Advena


A Thousand Punches, taken by Arief Wahyudi


Intro, taken by Dinda Advena


Many people showed up, John.


Final Attack, taken by Dinda Advena


Thinking Straight, taken by Grady Kayzel




Ps : for more photo, kamu bisa cek di album si stage photographer dengan cara meng-klik nama mereka ;)

Arief Wahyudi
Boiy Aribowo
Dinda Advena
Grady Kayzel

Rest In Peace
Joneh (1982 - 2010)

1 comment: