Tuesday, March 15, 2011

Thinking Straight - The Opposite Of Ordinary

Satu lagi yang terbilang spesial di tanggal 11 Maret 2011 kemarin selain Terror adalah dirilisnya album terbaru dari Thinking Straight, Straight Edge Veteran Hardcore Band dari Depok. Kali ini Jimbul (Quest For Justice) kembali berkontribusi dengan memberikan review album terbaru dari Thinking Straight, bukan suatu kebetulan karena saya dan Jimbul adalah deretan orang pertama yang membeli rilisan tersebut beberapa jam sebelum resmi dijual di acara Terror kemarin, dan rupanya saya satu kali lebih lambat, karena ternyata Jimbul menyelesaikan reviewnya terlebih dulu dibanding saya. well, congrats for Thinking Straight, and check this one out!
-Mr Mosh/UxB-


Thinking Straight - The Opposite Of Ordinary


Setelah hampir 10 tahun, band hardcore Straight Edge asal Kota Depok bernama Thinking Straight kembali merilis album keduanya “The Opposite Of Ordinary”. Sebelumnya mereka telah merilis album pertamanya “Positive Crew” di tahun 2001 lalu. Memang sangat jauh jaraknya dari album pertama ke album kedua. Maklumlah karena mereka mempunya kesibukan kerjaan dan keluarga, sehingga album kedua ini sempat terbengkalai.
Selama tiga tahun mereka membuat album kedua ini meskipun melewati banyak halangan. Tapi akhirnya Hendry, Adit, Bonar, Donald, beserta Isan telah sukses merilis albumnya dan gue berhasil menjadi “first buyer” (saingannya Dodskai). Ada beberapa lagu yang dulu waktu gue masih sering ngikut mereka latihan disuguhkan di album ini. Yang berbeda di album kedua mereka adalah eksplorasi musik khususnya di gitar, baik sound dan segi permainan. Bila di album pertama mereka memakai gitar satu, sekarang mereka menggunakan dua gitaris. Selain itu, permainan lead tidak hanya mengandalkan minor key, tapi juga lead ala rock dan blues. Untuk lirik masih sama seperti album pertama yang banyak bercerita tentang faith.
Di bawah ini ada beberapa track yang gue bahas menurut kuping gue.
Song #1
Track pertama di album ini berdurasi 2.17 menit. Banyak eplorasi lead gitar di akhir-akhir lagu. Dari lirik lagunya terkesan bahwa mereka menumpahkan amarah kepada orang menyinggung kesukaan mereka terhadap jenis musik yang mereka mainkan. ”..Does it hurt you so uch, to see us wearing Macbeth shoes, and claim Metallica as our god, brace yourself, we’ll continue to piss you off..”. Yang paling aneh dari lagu ini adalah judulnya. Kenapa Song #1? Biar kayak Blur yang Song 2 yee? :))
Oath That Sets Me Free
Nah ini dia. Lagu yang dulu sering gue denger dibawain sama mereka kalau lagi latihan . Cuma dulu kayaknya judulnya bukan ini. Ya kebiasaan ganti lirik biar dapatin yang pas. Hehehe. Dan tentunya, kali ini lirik lagunya bercerita tentang Straight Edge.
Friends & Family
Lagu ini juga merupakan salah satu lagu yang bergonta-ganti judul dan liriknya. Salah satu lagu berdurasi tercepat di album ini yang hanya 36 detik. Liriknya juga irit “…Out for my friends and family, whose blood and sweet given, even when worlds turns their back, and abandon me..”. Tapi ini adalah salah satu lagu favorit gue di album ini.

Fall Apart
Salah satu dengan lirik yang irit juga di album ini. Mungkin ciri khas dari Thinking Straight seperti ini. Walaupun berdurasi 1:18, namun nuansa metal dengan minor melodi gitar sangat kental di lagu ini.

Still Here
Sekilas judul lagunya sama seperti lagu H2O di album “Nothing To Prove”. Dan sepertinya liriknya juga bercerita tentang keteguhan mereka menjadi Straight Edge bertahun-tahun. Untuk warna musik juga masih tidak berbeda dengan lagu mereka yang berjudul Fall Apart.

Thank You
Sesuai dengan judul lagunya, lagu ini bersis tentang ucapan terima kasih mereka kepada inspirasi mereka, dalam hal ini adalah Youth Of Today, band hardcore youthcrew di era 88 asal New York. Di lagu ini juga banyak mengeksplor permainan gitar bonar dan Donal, khususnya perpaduan melodi minor dengan nuansa blues rock yang dikombinasikan dalam musik hardcore yang cepat.

The Opposite Of Ordinary
Instrumental musik yang biasa menjadi intro kalau mereka manggung dan menjadi lagu pembuka. Lagu yang terbilang cukup santai dengan harmonisasi yang baik.
Never Understand
Bila di album pertama mereka, Thinking Straight mengcover lagu dari Step Forward, kali ini mereka kembali mengcover lagu legendaris milik Chain of Strengh. Agak sedikit berbeda dengan versi aslinya, selain dari sound musik, alur lagu pun ditambah dan dimasukkan unsur melodi lead gitar di akhir lagu.
Keseluruhan mendengar album ini seperti membayangkan hardcore ela 88 bercampur dengan konsep permainan skill musik seperti band-band hardcore era sekarang. Namun tetap warna Thinking Straight seperti yang dulu.

No comments:

Post a Comment