Wednesday, May 18, 2011

There's a light that never Jinxz out - Interview w/ Aditofthejinxz

Ini adalah minggu-minggu yang penuh kejutan buat saya, ada aja deh yang bikin saya terkejut mengejut-ngejut, termasuk interview saya yang akhirnya dibalas oleh Adit si biduan dari orkes bernama The Jinxz, bagaimana tidak, draft interview sudah saya kirim bulan Desember kemarin, dan akhirnya dijawab sabtu lalu dengan lugas dan ceria. Mari kita simak dan nikmati interview bersama Aditofthejinxz yang semakin wew dan masih amazinx.
-Mr Mosh/UxB-

Every start has an end, setelah sekian lama berkecimpung di dunia persilatan hc/punk, there's a rumour The Jinxz decided to quit and u guys did ur last show on Unholy Grave's showcase last November, is that true? What's the reason behind that decision?

“I’m getting FAT , I cant jump anymore, Everybody complains about my body size when I go dive”
Beberapa waktu lalu gue sempet denger kabar kalo The Jinxz lagi proses rekording buat next release, gimana kelanjutannya? Apa memang materi itu disiapkan sebagai farewell release-nya The Jinxz?
Materi udah jadi , proses mixing dah kelar, sekarang lagi proses kemasannya. Hmmm gak pernah terbesit masalah farewell siih, bagi kita gak manggung lagi bukan berarti berhenti berkarya.
Nah ini pertanyaan yg selalu gue tanyain di setiap interview, apa yang membuat lo 'jatuh cinta' sama hc/punk? Boleh dong cerita-cerita ke kita gimana awalnya :D
Whats make me fallin love into hc/punk, hmm jadi awalnya gini. Disuatu ketika sepulang dari sekolah dasar kelas 6 dulu. Gw menemukan lemari berisi koleksi trash metal gw hilang tanpa sisa. Dan membuat gw sedikit merasa terheran-heran bukan kepalang selama beberapa hari. Singkat cerita akhirnya gw ngacak2 kamar kakak gw dan menemukan kaset A.M.Q.A dan Sex Pistol, selanjutnya sampai SMA, 2 kaset itu aja yang gw dengerin. Selanjutnya ketemu temen di SMA yang sekarang terkenal dengan nama Cepi adalah Andri yang ngajakin gw tukeran kaset AMQA dengan Operation Ivy, mulai lah awal teracuni kuping dan otak gw yang sebelumnya murni dan suci. Beberapa kemudian ternyata kaset A.M.Q.A gw diilangin cepi (masih berbekas hingga kini). Dan berikutnya cepi minjemin gw kaset copian Flex Your Head, sepulang sekolah , setelah membersihkan badan, mengulang pelajaran dan nyomot kue dading adik gw, mulai lah gw dengerin. Dan seketika itu dari suara rekaman yang sangat tidak bagus gw langsung jatuh hati ke hc/punk. Besoknya gw bawa tuh kaset kerumah komeng, malam itu komeng lagi dengerin nirvana, terus gw ganti kasetnya dengan Flex Your Head doi langsung terkesima dan tertarik dan tiba2 ada suara “KEDUBRAAK”, ternyata kamarnya komeng dilempat batu bata ama ibunya dilanjutnyak dengan teriakan “BERISIK UDAH MALAM”. Jadi kesimpulannya Cepi yang harus bertanggung jawab atas semua ini.
Sampe akhirnya lo mutusin ngeband sama The Jinxz, gimana ceritanya? Awal mula kebentuknya The Jinxz gimana sih?
Karena udah bosen mainin lagi ska di band terdahulu dan dapetnya kaset copian Flex Your Head, gw dan komeng memutuskan untuk keluar dari band dan bentuk band baru mainin lagu-lagu yang ada di Flex Your Head. Diawali dengan Deni (Alm) – Drum, Go Best – Bass , Komeng – Drum , Adit – Vocal . Beberapa kali pertunjukan Deni udah mulai bosen dengan lagu2 pilihan kita yang sederhana banget akhirnya Deni diganti dengan Yudi. Tidak berapa lama kemudia masuk Fajri pada posisi Bass. Gobest dan Adit berduet vocal bersama jogged kanan kiri riang ria. Waktu berjalan, sempet bikin ini bikin itu, main disini main disitu, males ini males itu, baju bini gak ada yang utuuh, datang Sunny (Ex Voc. The Strawberry Fields) jadi pemain Bass dan Fajri nemenin komeng nge gitar, dan itu lah personil akhir bertahan hingga sekarang, besok dan kapanpun jua adanya.
Maybe u've heard this question in many times, tapi kayaknya emang masih banyak yang belum dan mau tau, kenapa dinamain The Jinxz?
Sabtu sore sebelum latihan, gw nonton Cartoon Network di televisi, tentang Kopral Bailey, ada satu episode berjudul Boost The Jinx, menceritakan betapa sialnya si kopral hari itu, dan pada saat mau bayar studio selepas latihan, ditanya apa nama band nya , gw langsung aja ngomong boost the jinx, naah kata orangnya “ribet, the jinx aja ya?” , terus ya udah deeeh, begitulah ceritanya, tapi selanjutnya gw tambahin Z diujungnya jadi THE JINXZ
Balik ke 'jaman dulu', any good memories yang masih lo inget sampe sekarang? Baik itu bareng The Jinxz or anything
Bagi kami semua peristiwa selama berada dalam lingkungan pertemanan ini merupakan sesuatu yang menjadi Good Memories sampai kapan pun. Karena apapun yang pernah terjadi merupakan perjalanan kami sampai bisa mendapatkan kehormatan sampai sebaik ini. Dari dulu sampai sekarang kami selalu merasa anak baru yang masih katro dan belaga agak sedikit pede sehingga terkesan wew dan amazing. Tapi yang paling berkesan adalah kumpul di rumah komeng sebelum berangkat manggung dan grogi selama perjalanan menuju tempat perhelatan. Dan dari dulu ampe sekarang selalu begitu. Dan sekarang walaupun kita gak manggung lagi, kita masih tetep nongkrong-nongkrong masih dengan bahasan yang sama hanya ditambah ada ikan bakar atau sate kambing atau martabak tegal atau teri cabe ijo.
Setelah The Jinxz quit, masih pengen atau ada rencana bikin band baru?
We’re Not Quit, We’re Still Here, but we just cannot do any stage performace couse I’m Too FAT (cek out question 1). Band baru?gak sih, paling gw seh ada rencana solo karier nyanyi Rock Balada kaya Ikang Fauzi.
Any last word atau kata-kata penutup yang manis buat sesi interview ini plisssss?
Life Less Perfect , But there’s always fun in it, semoga UXB jalan teruss, mas dodi langgeng dengan pasanganyaa, makin okeeh, enteng rezeki, tambah ganteng, bisa pergi kebulan naik sepeda kumbang dan selalu wew serta semakin amazing.

No comments:

Post a Comment