Monday, November 21, 2011

Interview w/ Adit Edge

Konsep awal blog ini adalah bagaimana 'menghadirkan' dokumentasi cerita dari para pelaku-pelaku scene, mengingat waktu yang terus bergulir dan saya semakin tak rela melewatkan memori abang-abangan scene yang sangat sayang untuk dilewatkan. Saya sendiri pernah menawarkan kepada beberapa temen yang lebih dulu ada 'disini' untuk menulis dan berbagi cerita kepada saya dan temen-temen melalui blog ini, tapi memang itu tak semudah yang saya kira. Tapi jangan khawatir, karena ternyata metode interview lebih diminati dan terlihat mudah bagi mereka dibandingkan harus menulis cerita menarik di masa lalu.


Dan kali ini, i bring Adit Edge to all of you. Seorang bass player dari Depok City Straight Edge, Thinking Straight. Owner dari Channel X Recs (RIP). Ada banyak Adit di scene hc/punk, but this time, please enjoy my interview with Adit Edge of Thinking Straight.
-Mr Mosh/UxB-



First of all, gimana ceritanya lo bisa kenal dan akhirnya into ke hardcore scene?
Sekitar tahun 95, Bembeng vokalis dari band Hardcore Secret Agent ngasih kaset rekaman dengan sampul foto copy YOUTH OF TODAY album Breakdown The Walls. Yang menarik, gw sama sekali ngga suka album itu, karena waktu itu gw anggap ini seperti band trash metal. Di era itu gw ngga ngerti ada istilah hardcore, yang gw tau metal sama punk. Di taun itu gw lagi tergila gila sama band punk macem Sex Pistols, Misfits, & The clash. Tapi perkenalan gw sama YOT membuat gw akhirnya tau band HC lainnya macem GORILLA BISCUITS, WIDE A WAKE, CHAIN OF STRENGTH, PROJECT X, BOLD, MINOR THREAT, dan masih banyak lagi.

Gw inget acara HC local yang gw datangi pertama kali adalah STRAIGHT EDGE di Jayabaya (nama acaranya STRAIGHT EDGE). Band2 yang main waktu itu STRAIGHT ANSWER, BURGER KILL, RU SUCKS, STEP FORWARD, TRIPLE X dan band gw juga main dengan Proses Seleksi. Era itu pantia biasanya membuka Seleksi untuk band2 yang mau main di acara tertentu dengan membayar biaya Seleksi. Di hari, waktu dan tempat yang ditentukan band main satu lagu dan di nilai oleh pantia acara, yang menurut panitia bagus bisa main, dan untuk yang tidak lolos, dikasih tiket acara tersebut. Acara ini bisa dibilang yang membuat gw langsung jatuh cinta sama Sama Hardcore, untuk pertama kalinya gw liat STAGE DIVING, penonton merebut mic untuk ikut menjadi bagian dari show, untuk pertama kalinya juga gw ngeliat tanda X di punggung tangan penonton….


Mengenai Thinking Straight, its been 15 years aite? (correct me if im wrong) gimana awal kebentuknya?

Seperti kebanyakan band lain, kita nge band saat masih SMA dan berlanjut sampai sekarang.


Tidak mudah buat sebuah band untuk mencapai angka 15 tahun, pasti ada dong cerita-cerita ato momen yang gak terlupakan buat lo pribadi, mungkin bisa di-share disini.

Pengalaman yang paling berkesan adalah ketika mengetahui THINKING STRAIGHT di pilih jadi band pembuka salah satu band hardcore legendaris SICK OF IT ALL.



Ceritain dong gimana proses produksi album terakhir Thinking Straight, dari mulai recording, mixing, mastering, sampe akhirnya deal sama Linoleum Recs dan kemudian rilis di awal tahun kemarin
.
Album ini di buat di KAMO Studio dengan Iram sebagai Sound engineered-nya. Waktu pembuatan album ini sampai jadi kurang lebih 3 tahun karena beberapa kendala. Proses take instrument pada awalnya berjalan lancar sampai akhirnya disadari ketika ingin melakukan take vocal: temponya terlalu cepat. Pada waktu take instrument kita tidak menggunakan metronome, akhirnya diputuskan untuk mengulang proses nya dari titik nol, dan karena waktu dan biaya yang tidak sedikit, dan project album ini tertunda sampai setahun.

Pada proses kedua, setelah cukup mengumpulkan uang kita akhirnya kembali ke studio yang sama, tapi kali ini kita take menggunakan metronome untuk menghindari kejadian sebelumnya. Setelah semua proses take instrument dan vocal selesai, dan siap di-mixing, 4 dari total 8 lagu datanya HILANG …Setelah berunding, pihak KAMO bersedia untuk mengganti setengah dari total shift. Tapi proses take Instrument dan vocal harus di take ulang. Proses recording kembali kita ulang. Mendengarkan hasil recording pertama dan kedua kita juga merasa sound gitar, tidak seperti yang diharapkan, dengan segala keterbatasan, untuk recording yang ketiga ini kita sewa ampli gitar untuk bisa dapet sound diinginkan karena waktu itu kita belum punya ampli sendiri, kita sewa MESA BOOGIE TRIPLE RECTIFIER, PEAVEY 5150 dan KRANK….

Mengenai Album yang di rilis oleh Linoleum records, awalnya gw ada pembicaraan sama deli ( Owner One truth hardware & salah satu owner Linoleum Records ) untuk minta support dalam bentuk sponsorship untuk album TS ini dengan meletakan logo product One truth di salah satu media promosi Album baru ini, setelah mendengarkan demo akhirnya pihak Linoleum records memutuskan untuk merilis album ini.


Track favorit gue di album ini (The Opposite of Ordinary) adalah Song #1, line kalimat "..does it hurt you so much to see us wearing Macbeth shoes and claim Metallica as our God" buat gue sangat menyatu dengan part metal yang tersirat di dalam lagunya. Ada cerita khusus gak dibalik lagu ini? Kenapa dinamai Song #1?

Lagu ini dibuat sebagai statement tebal bahwa kita menolak sama. Kita menolak diseragamkan. gw sering kali di tanya,“ lo hardcore kok pake sepatu macbeth?, "lo hardcore kok pake baju metal?", dan seterusnya. Buat gw Hardcore lebih dari sekedar apa yang lo pake. It’s all about passion, hard work, and dedication. Dan yang lebih membingungkan lagi pertanyaan kaya gitu sering kali datang dari orang2 yang hidup di scene yang sama. Yang gw tau kita memilih hardcore atau punk bahkan metal sebagai bagian dari hidup kita karena kita memilih BERBEDA dari kebanyakan orang di sekeliling kita. Tapi justru orang2 yang mengaku berbeda tidak siap dengan perbedaan yang ada di sekelilingnya. Dan pertanyaan berikutnya yang timbul kenapa kebanyakan orang alergi sama perbedaan, padahal menurut gw, berbeda membuat semuanya jadi lebih berwarna.

Dari pertama kali lagu ini dibuat gw memang merencanakan lagu ini memang bakal ditaro menjadi lagu no 1. Karena lirik dari lagu ini lah sebenarnya yang menjadi pesan utama dari album ini. Sesuai dengan isi lirik, dan Judul album, kita sengaja memasukan unsur yang berbeda, unsur yang ‘bukan' hardcore kedalam struktur lagu ini.


Gue amat setuju sama lirik Friends and Family, "..Out for my friends and family whose blood and sweat given, even when worlds turn their back and abandon me", Apa pendapat lo tentang fairweather friends?

Dalam banyak kasus justru teman yang banyak menyelamatkan hidup kita di bandingkan keluarga. Ini juga terjadi dalam hidup gw. Lagu itu gw memang gw tulis sebagai ucapan terima kasih yang besar kepada teman2 yang telah banyak membantu melewati masa masa sulit. Pendapat gw mengenai fair weather friends, temen yang kaya gini akan hilang dengan sendirinya, dan yang pasti ngga masuk dalam list gw.


Cukup buat soal albumnya, hhihihi, Gue sempet noticed lo juga bermain di Death For Glory, gimana kelanjutannya?

Ini band project, sejauh ini membernya ada Donal dan Gw (THINKING STRAIGHT), EMPE (VERSA), Mono (ex A thousand Punches). DFG memilih musik yang sedikit lebih heavy macem Walls Of Jericho, The Ghost Inside & Poison The Well. Kita sudah punya beberapa lagu dan mudah2an bisa masuk studio untuk buat EP dalam waktu dekat.


Soal Channel X Records, di rilisan Real Project, terdapat logo Channel X Records, gimana ceritanya? apa ini sebuah pertanda bahwa lo akan kembali mengoperasikan label tersebut?

Sampai saat ini belum terpikir untuk kembali menjalankan Channel X Records, Meler vocalist nya Real Project waktu itu meminta izin untuk taro logo channel x records di rilisannya dengan alasan2 tertentu dan saya mengizinkannya.


Rekomendasiin beberapa band lokal yang mungkin lagi asik lo pantau?

REAL PROJECT, MOVING FORWARD, BRAVE HEART, FINAL ATTACK, A THOUSAND PUNCHES, MARTYR, TITIK BALIK


Give me 3 best gigs you've ever attended, dan kenapa?

- STRAIGHT EDGE tahun 96 di jaya baya (untuk pertama kalinya gw menemukan Hardcore)
- Only The Strong (Ga punya alasan khusus tapi ini salah satu acara yang selalu gw inget)
- Every time I Die Show (menyaksikan band dengan aksi panggung paling berbahaya)


Any last words?

STAY POSITIVE!!!!

No comments:

Post a Comment