Wednesday, January 11, 2012

Interview w/ Dead Pits

Mari berterima kasih kepada Jimbul of Quest For Justice yang kembali berkontribusi di blog ini. Dead Pits adalah satu dari beberapa ben lama yang masih eksis sampe sekarang, dan baru saja merayakan anniversary ke 15 mereka di akhir tahun kemarin. Terpujilah wahai mereka yang pertama kali menggagas ide dan menciptakan surat elektronik, silahkan simak interview yang dilakukan Jimbul via email, cheers!
-Mr.Mosh/UxB-



15 tahun bertahan di scene hardcore/punk itu luar biasa. Apa yang membuat Dead Pits masih bisa eksis di scene sampai saat ini?

Reza: hasrat (passion) dan kecintaan pada scene hardcore/punk yang bikin kita masih bertahan. Friendship, stage dive, singalong, kungfu kick, moshing, bisa bareng teman2 yang baru maupun yang lama di tiap gigs adalah alasan yang nyata yang bikin kita lupa akan umur (pastinya :) ) atau berapa lama kita sudah ada di scene ini...Menurut gue kalo passion sudah tidak ada, susah kayaknya utk tetap (mau) ada di scene ini.

Ivan: yup..intinya hasrat dan cinta pada scene hardcore/punk...15 itu hanyalah angka yg pasti akan berubah di setiap tahun nya tapi yang penting kita akan tetap ada sampai selama kita mampu.

Bagaimana awalnya perjuangan kalian membentuk Dead Pits?

Reza: Lumayan panjang nih kalo mau diceritain..singkatnya bisa dibilang awal terbentuknya DP dimulai dari pertemanan kita di kampus. Dari pertemanan ini, gue kenal sama roy, virgie dan denny yang akhirnya memutuskan untuk membentuk DP tahun 1996. Ini merupakan formasi awal DP: virgie (gitar), denny (bass),roy (drum) dan gue (vocal). Gue sudah kenal roy sejak smp, sedangkan virgie dan denny merupakan teman dari sma. Terbentuknya DP pada kelanjutannya membuat banyak teman-teman lain dari kampus yg sama untuk bergabung dan akhirnya membentuk komunitas Syarif Thayeb Underground (STU). Pertama kali manggung pas acara Subnormal di Harley davidson Cafe (lupa nama acaranya), DP bawain cover song dari Shelter,GB, Beastie Boys dan RATM. Dari panggung ke panggung akhirnya kita berkenalan dengan band-band hc/punk/metal lainnya khususnya jakarta dan bandung yang banyak memberikan dukungan, inspirasi, (renungan?) dll buat DP. Dengan formasi ini juga kita sempat rekaman dua lagu (change yourself dan small voice) untuk kompilasi hardcore 'breathless' sekitar tahun 1999 diproduksi Manifest record.

Di tahun 2000 DP mengeluarkan album 'Titik Balik' kerjasama dengan Pinball record. Butuh sekitar 4 tahun untuk DP mengeluarkan full album karena banyaknya pergantian personil dan juga proses pematangan lagu + rekaman. kalo disimak album Titik balik, formasi DP saat itu ada gue, ivan (gutar), edy (bass), bonny/baon (guitar) dan dudi (drum). Yang menarik sebagian lagu dari album Titik Balik diciptakan oleh formasi DP pertama dan sebagian lagi oleh formasi kedua. Seinget gue Virgie, Denny dan Roy juga bantu kita dalam proses rekamannya. Kalo tidak salah produksi pertamanya sekitar 300 kaset. Tahun 2006 DP mengeluarkan album 'The Way We Are' dan diproduksi sekitar 100 kaset dan cd. Formasinya sendiri gue (vocal), ivan (guitar), edy (guitar), bram (bass) dan donny (drum). Untuk formasi akhir, Miko masuk menggantikan Donny dan Patrik masuk menggantikan Bram.

Ivan: kalo gw sendiri baru bergabung sekitar tahun 98 menggantikan virgie ( tambahan info..hehehe )

Apa yang menarik dari Dead Pits yang membuat kalian masih tetep solid sampai saat ini?

Reza: we love old school hc, ini yang menbuat DP masih solid :)

Ivan: yang pasti jg chemistry diantara para personil yg bikin solid. Itu mungkin karena kita emang sudah berteman lama jauh sebelum band ini ada sampe skrg...dan lagi pergantian personil pun bukan orang2 jauh..masih satu lingkungan juga atau satu tongkrongan istilahnya...DP itu bukan sekedar band tp juga seperti keluarga..jadi kita udah saling mengerti satu sama lain.

Apa yang berubah dan apa yang masih tetap sama dari scene ini selama 15 tahun berkecimpung di dalamnya?

Reza: Yang berubah: harus diakui untuk masalah skill dan sound untuk band-band HC skrg mereka lebih maju dan berkembang. Ini memang memungkinkan seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang dapat diakses online. Selain itu genre musik hc makin terdiversifikasi dan tema yang diangkat semakin bervariasi mulai dari percintaan sampai HAM.
Yang masih tetap sama: dukungan untuk sesama band masih tetap jadi salah satu spirit di scene hc kita selain pesan dan musik yang dimainkan.

Ivan: yup gw rasa jawaban diatas kurang lebih sudah mewakili hehehe

Biasanya di scene HC, ketika mereka telah beranjak dewasa, bekerja, dan menikah, mereka memilih untuk mundur dari scene ini. Bagaimana dengan Dead Pits sendiri?

Reza: Sebenarnya itu pilihan buat kita yang ada di scene ini...kita sendiri sih berharap bisa bikin album lagi, manggung ke tempat yang belum pernah kita kunjungi, making friends (that's for sure) walaupun kebanyakan dari kita sudah bekerja dan menikah. Dewasa?? hehehehe almost yahh

Ivan: yah spt yg sudah diuraikan diatas, buat kita yang penting passion itu gak pernah mati.

Di antara kalian sudah ada yang bekerja dan memiliki keluarga. Bagaimana membagi waktunya?

Reza: Lumayan agak susah tapi kalo kita sudah ada plan untuk latihan, manggung/tur atau nonton gigs dan kita sudah commit, selama ini masih bisa kita manage.

Ivan: kalo boleh jujur memang pasti ada kesulitan membagi waktu, dan itu wajar seiring berjalannya waktu...mungkin hampir pasti semua bakal mengalaminya ..yg penting bisa2nya aja kita bagi waktu dan tetep harus ada toleransi dan pengertian diantara masing2 pesonil.

Pengalaman yang paling berkesan buat kalian selama perjalanan kalian?

Reza: Ketemu orang-orang dengan karakter yang berbeda dan berteman dengan mereka..priceless!!

Ivan: Bisa maen di tempat2 yang blom pernah kita kunjungi baik di dalam negeri maupun di luar...dan pastinya menambah teman :)

Sebutkan band lokal favorit buat kalian?

reza: semua band yang bercita rasa old skool :)

Ivan: kalo mau disebutin banyaklah tp kalo yg paling gw suka yaitu Burning Inside (old formation)

Ketika album "Titik Balik" dirilis oleh Pinball Records, banyak yang bilang bahwa Dead Pits adalah Gorilla Biscuits-nya Indonesia. Bagaimana pendapat kalian?

Reza: Wahh masa sih Bul? #malu-malu gimana gitu hehheehe..Terus terang kita memang banyak terinspirasi GB terutama di awal-awal terbentuknya DP apalagi kita sangat suka sekali mengcover lagu mereka (sampai sekarang :) ). Mungkin hal tersebut yang membuat sepertinya kita banyak dibilang seperti GB. Tapi kalo menurut gue album Titik Balik sendiri merupakan upaya awal kita utk menunjukan ini loh Indonesia Hardcore lewat DP tanpa terpaku harus mirip band GB, SOIA atau lainnya. Salah satu caranya dengan membuat lirik dalam bahasa Indonesia karena saat itu tidak banyak band yang mau membuat lagu hardcore dalam bahasa Indonesia.

Ivan: Gak masalah ..kita sih seneng2 aja kalo ada yg berpendapat begitu..kalo menurut gw sih mungkin karena orang taunya dulu DP bawain GB jadi kesannya identik..padahal sih untuk album kita sendiri beda kok...tapi itu menurut kita loh :)

Tema dari lagu kalian selama 15 tahun ini mengangkat tema positif dan belum berubah. Ada misi tertentu dari tema tersebut?

Reza: Yang pasti kita mau DP bisa terus membawa spirit HC seperti awal dan pertengahan 80an di amerika dimana musik dan pesan positif (dlm lirik) menjadi awal perubahan dari punk ke hardcore. Kenapa temanya positif? kalo suram nanti jadi grunge donkk wkwkwkwk...Karena liriknya lebih mudah dicerna,sederhana dan tidak neko neko kalo kata org jawa :) ... Harapannya buat HC kids bisa lebih mudah untuk menangkap esensi lagunya dan pilihan sikap dibalikan kembali ke masing-masing individu.

Ivan: idem deh hehehe


Dead Pits & Miles Away

Di lagu "A Dirty Politician", pesan apa yang ingin kalian sampaikan?

Reza: Lagu ini banyak terinspirasi dengan keadaan politik di Indonesia yang masih banyak didominasi sama politikus-politus korup. Intinya sih terus terang kita sudah muak dengan para bapak2/ibu2 politikus kita yang banyak mengumbar janji palsu (bukan alamat palsu) dan melakukan 'pembodohan' ke masyarakat (sebagian caranya sih udah kebaca) yang ujung2nya buat kepentingan pribadi (dibaca uang, jabatan dll). Sedangkan hal paling penting seperti memikirkan kesejahteraan rakyat banyak seperti peningkatan taraf hidup, perbaikan infrastruktur dllnya berjalan sangat sangat lambat. Jadi curhat yaahhh....tapi kita yakin tidak semuanya begitu dan harapannya buat teman-teman yang nantinya pengen atau sudah jadi politikus, jangan suka korupsi karena kata nenek itu berbahaya bisa ditangkap KPK hehehhehe...

Ivan: betul!!..politisi skrg keliatan bgt banyak yg busuk yg sering ngeluarin kebijakan2 yg gak penting..demi memuaskan syahwat akan kekuasaan dan harta..akibatnya rakyat yg jadi korban...jgn dicontoh yahhh hehehe

Ada yg beranggapan kalo menulis lagu bertema politik di dunia underground itu useless, karena tidak akan sampai dan tidak akan didengar oleh para elit politik dan masyarakat umumnya. Bagaimana pendapat kalian?

Reza: namanya juga usaha, you never know :)

Ivan: justru lebih gak bakal sampai dan didengar kalo gak ada yg buat ..ya kan?! :)

Kalian udah merilis dua album. Apa ada rencana untuk materi selanjutnya?

Reza: Saat ini lagi mengumpulkan materi lagu baru, insyallah tahun 2012 bisa keluar album ketiga.Amin.

Ivan: yup mudah2an semuanya berjalan lancar ..doain yah :)

No comments:

Post a Comment