Wednesday, February 1, 2012

Interview w/ Inner Struggle

Desember kemarin juga salah satu bulan yang bisa disebut spesial, karena setelah sekian lama vakum, Inner Struggle kembali muncul dan ikutan main di satu gig yang di-handle oleh temen-temen dari Trueside Jakarta. Lebih spesial lagi karena Jimbul, 'nyolong start' untuk menginterview mereka, meski pada akhirnya interview tersebut juga dikirim ke saya untuk diposting di blog ini, well guys, please enjoy postingan kali ini, interview bersama Inner Struggle!
-Mr Mosh/UxB-




Setelah lama vakum akhirnya, kalian ketemu lagi dan sempet reuni di acara No Turning Back Kemarin. Bagaimana rasanya kembali ke atas panggung?

Kiki: Rasanya seperti muda kembali.

Rama: Awalnya gw agak ngga pede karena udah 8 tahun lebih Inner Struggle ngga pernah latihan atau manggung lagi. Tapi begitu pas maen.. gw excited banget, ada temen-temen lama dan temen baru juga disitu. Reuni yang sangat menyenangkan, berasa banget suasana friendship nya.


Mungkin banyak yang belum sempat kenal Inner Struggle, khususnya hc/punk kids di era sekarang. Bisa ceritain nggak awalnya kalian membentuk Inner Struggle? Apa aja yang menjadi inspirasi dan acuan kalian waktu pertama kali?

Rama: sebelum Inner Struggle ada, gw, kiky dan rani sebelumnya memang udah bikin band, cuma pada suatu saat akhirnya kita ngajak Eri dan terbentuklah Inner Struggle. Awalnya terbentuk karena kita mencoba memaksakan main HC dengan skill seadanya, bermodal passion dan kesukaan kita terhadap musik hardcore, berangkatlah.. Dari segi karakter musik kita lebih terinfluence sama band-band HC newschool 90 an seperti Strife, Earth Crisis, Outspoken, Buried Alive, Boy Sets Fire, Snapcase, dsb

Kiki: Tambahan lain (-red). Inner struggle kebentuk sekitar akhir tahun 1999 formasi awal sampe sekarang tetep sama rani (vox) rama (drum) kiky (guitar) eri (bass). Kita menyebut jenis musik kita fun tasty straight edge inspirasi kita waktu itu karena kita juga sama-sama demen chain of strenght, boiling point, one king down dan beberapa band sxe lainnya.


Ada yang berubah nggak dari kalian, khususnya di ideologi kalian mengenai HC/punk dulu dan sekarang?

Rama: haha.. yup, for some silly reason we're kinda break the edge, we use to be a straight edge band, cuma ya kita ini cupu, kalah sama zat adiktif. so here we are now. Kalau soal ideologi itu lebih kepada perubahan zaman dan issue yang berkembang di lingkungan sekitar aja, jadi membuat ideologi itu terlihat beda perspektif, padahal tetep dengan men- set goal yang sama. selama kita masih percaya dengan persahabatan, HC akan tetap sama dan bersama, dan selama kebebasan individu masih perlu diperjuangkan, Punk pun akan selalu ada. :)


Ketika di awal dahulu memulai band, apa sih yang menjadi landasan kalian untuk berkumpul membuat band dan bergabung di scene hardcore saat itu?

Kiki: Awal mulai kita ngeband dan datang ke scene hardcore ini karena kita melihat kebersamaannya, kekompakannya, semua saling menghargai bahkan di circle pit pun kami (perempuan) ngga pernah kuatir atau takut :)

Rama: Jujur aja kalau gw awalnya banget memulai band karena pengen cool, cuma emang gw suka banget sama punk, hardcore, metal, and underground.. jadi kaya pertemuan antara pengen keren dan suka akan hardcore.


Kapan tepatnya kalian tidak ngeband lagi? Apa yang membuat kalian memutuskan untuk vakum?

Rama: Agak lupa sih cuma kayanya terakhir2 itu sekitar 2004 awal deh, ya kita vakum karena sibuk kerja, dan juga sepinya gigs. Kita jarang banget manggung, dimana saat itu kebanyakan event band-band yang mengisi itu lebih ke band-band emo.

Kiki: Yah.kita memutuskan vakum karena memang Eri sekarang menetap di Paris. Jadi kalo kita punya waktu ngumpul atau reunian itu berarti dadakan.


Setelah lama menghilang, akhirnya kalian kembali lagi tampil dan bermain kembali di panggung. Motivasi apa yang membuat kalian ingin bermain lagi?

Rama: Kebetulan pas banget Eri lagi liburan pulang kampung ke Jakarta, soalnya kan dia udah nikah dan tinggal di Perancis, jadi jaranngggg banget kita bisa ketemuan dan kumpul. Pas juga pada saat itu temen2 dari TRUESIDE memberi kesempatan sama kita buat maen di acara mereka, sungguh suatu kehormatan buat kita bisa maen di acara itu, dan kita berterima kasih banget.

Motivasinya lebih kepada reuni dan kangen2an sih, selain sesama member inner struggle, juga sama temen2 di masa dulu, makanya seneng banget bisa ketemu bayu (Lost Sight), Bari (MBA), Jimbul (Quest4Justice), Oto, Ega, Gita, Abel, dan banyak temen2 lama kita, selain itu kita juga seneng banget bisa kenal dan ketemu temen-temen baru disana.

Kiki: Kita pengen temen-temen kita yang baru, bisa liat kita. Seperti yang lo bilang diawal pertanyaan banyak yang ngga tau dengan kita mungkin karena eranya udah beda. Sekedar temu kangen kali yak.


Di tahun 2001, kalian dikenal orang dengan lagunya yang berjudul "Straight Edge". Ada cerita dibalik pembuatan lagu tersebut itu? Apa kalian banyak mendapat manfaat dari SXE itu sendiri?

Rama: Ya Inner Struggle itu dulu adalah band straight edge, saat itu kita yakin bener bahwa straight edge itu way of life yang baik buat kita, walau pada awalnya kita menjadi straight edge cuma karena pengen cool, tapi kita cukup bangga menjadi straight edge pada saat itu, sampai kita bikin lagu tersebut. Cuma memang dari dulu kita lebih suka membanggakan diri kita sebagai straight edge, dan coba untuk tidak men-judge mereka yang bukan straight edge. Jadi kita memang gak se-frontal Minor Threat, atau Youth of Today dalam membuat lyric2 lagu tentang straight edge. Lebih ke self progression kaya lagu2nya Strife.


Bisa ceritain moment terindah buat Inner Struggle yang paling berkesan?

Kiki: Setiap stage yang kita alami adalah moment terindah , semua teman-teman berkumpul, singalong, pointing finger, pogo, antusiasme temen-temen kita memacu adrenalin kita untuk bermain semaksimal mungkin. Bener-bener mengesankan.

Rama: selain reuni kemarin, moment terindah... mm... banyak banget sih, sepanjang inner struggle berjalan, kalo menurut gw itu momen yang berkesan. apalagi pada saat kita manggung, dan orang2 sing along bersama kita nyanyiin lagu yang kita bawain.


Ada perbedaan yang signifikan mengenai perkembangan scene HC di era dulu dan sekarang?

Kiki: Beda banget yak. Jaman dulu kaset, CD, Kaos bener2 langka, itu pun kita dapet cover album foto kopian, kaset boleh niban dari kaset emak kite. Beruntunglah kita sekarang teknologi semakin canggih anak anak muda di scene sekarang semakin pintar bahkan di daerah terpencilpun mereka pengetahuannya luas.

Rama: Dulu lebih ramai sih, lebih banyak orang2nya dan gigs kali ya. Cuma memang kan regenerasi aja, yang dulu2 udah jadi bapak2 atau emak2 kaya kita gini. Ya karena kita main nya di era dulu, jadi merasa kita lebih dapet spirit nya di era dulu. Tapi menurut gw anak2 HC sekarang oke2 banget, mereka jauh lebih jago-jago. Nggak kaya Inner Struggle yang memang modal skill seadanya dan passion yang menggebu-gebu :)


Khusus Kiki, kalian khan boleh dibilang band yang dihuni mayoritas para wanita. Ada kendala nggak saat kalian ngeband dan terlibat di scene HC, baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri?

Kiki: Alhamdulilah ngga pernah ada kendala. kita di scene karena kita mau, bukan karena orang lain. Kita suka apa yang kita lakukan, scene hardcore ini adalah tempat tinggal dan keluarga kedua bagi kita.


Setelah kalian reuni kemarin, apa ada rencana khusus buat Inner Struggle kedepannya?

Kiki: Belum ade neh, hehehehe

Rama: Belum ada rencana apa2 lagi sih sampai saat ini. Rani juga lagi hamil anak ke 2 nya, Kiki dan gw sibuk kerja, Eri udah balik ke Perancis.


Last word?

Kiki: Jangan pernah hidup dengan penyesalan

Rama: Inner Struggle bisa reuni kemaren itu berkat temen-temen yang terus bermain dan meregenerasi di scene hardcore dan membuat hardcore di Indonesia tetep exist, jadi gw sangat berharap hardcore di sini gak akan pernah padam. Karena di scene inilah kami menemukan true friendship.


Bonus: Inner Struggle live at Rossi Music Fatmawati


No comments:

Post a Comment