Tuesday, July 14, 2015

BEBERAPA REVIEW.

Cukup lama setelah postingan terakhir ya ternyata. Well, berita baiknya, blog ini masih ada dan masih berusaha untuk berbagi tentang apa yang baru di skena hatkor lokal. Ada beberapa materi yang sebenarnya ingin saya sharing di blog ini, hanya saja saya agak susah untuk berkompromi dengan waktu dan kesempatan di beberapa bulan terakhir. 

Mungkin di lain waktu saya akan bercerita tentang UB Records dan rilisannya yang masih bisa dihitung dengan satu tangan, lengkap dengan background story, dan intrik di dalamnya. Gak ada intrik sih, karena semuanya aman dan lancar terkendali, penuh kesenangan. Running records is a story and cool, being stabbed (while your running your own recs) is another story. Haha, life is bigger than what we expected.

Sementara itu, saya ada beberapa rilisan lokal yang mau saya kasi sedikit review disini. Motivasinya: siapa tau kamu suka dan tertarik untuk beli rilisan mereka. Sudah saatnya kamu support band-band yang baru muncul atau baru merilis album. Karena kita ada di jaman pengulangan, semuanya berulang, tinggal kamunya aja, mau atau ngga hidup dalam pengulangan. Do not talk about the original, itu lain cerita. I am here for love, love is music, and some (true) friends.


Disdain – In Ordinary EP
Mari kita mulai dengan Disdain. Beruntung buat saya karena akhirnya mereka merilisnya di beberapa bulan lalu. Saya lumayan mengikuti perkembangan mereka sejak dulu pertama kali nonton di Pasar Segar atau di Studio Show di Ciganjur yah? Lupa, haha. Mereka selalu mendekor stage dengan hiasan lampu ala panggung tujuh-belasan, yup, hampir di setiap show mereka. Menambah aura gelap, nggerus, dan kesendirian yang menyatu dalam musik yang mereka mainkan. Tapi sejujurnya saya gak ngerti apa yang mereka mainkan waktu itu. Sampai akhirnya album ini rilis, barulah saya menyadari betapa kerennya apa yang mereka mainkan dan sampaikan sejak pertama kali saya menonton mereka. Penampilan mereka di Youth Reaction 2015 adalah momen dimana bahwa hati saya teguh menyatakan Disdain adalah band favorit saya. Rekomendasi penuh buat kamu yang suka Touche Amore, band-band Skramz, atau .. More Than Life awal.
C/O:  disdainbooking@gmail.com | 0818 0619 5441 | dsdn.bandcamp.com

Straight Faced – Demo 2015
Buat saya, hatkor Youth Crew itu pengulangan, tinggal pilih mau yang model ’88, 90’s revival, atau 2000 era? Begitu juga dengan Straight Faced. Bedanya, Alwan yang masih kelas 2 seragam abu-abu putih memberikan sentuhan vokal yang tidak standar. Sekilas kaya Civ di Gorilla Biscuits, hanya saja sudut penempatan vokalnya tidak seperti band-band youth crew kebanyakan, which is baru dan segar buat saya. Hal lainnya, demo ini dirilis gratis oleh Admin Records dan di-distribusikan hand by hand style yang memungkinkan adanya komunikasi antara band, label, dan penikmat ketika proses ini berlangsung. Saran saya, tonton mereka kalo mereka manggung di deket area kamu. Untuk kamu yang doyan Youth Of Today, United Youth, dan band-band youth crew 2010-an.

Eyes Of War – The Lawnmower Dance Mayhem
Februari kemarin, band saya tour 4 kota bareng mereka dan BANE. Hadir dengan balutan musik bernuansa NYHC oldschool kental ala Cause For Alarm atau Agnostic Front era Liberty and Justice, dengan gaya vokal yang rapat dan mengerang ala JJ Cro Mags. 12 track yang membuat saya mengangguk-angguk cepat dan gigih. Hal terbaiknya, mereka membawakan Skin and Punk-nya Haircut, band skinhead tua dari Bandung. Dan ‘Liquor Crew’ di track terakhir membuat saya bergumam, “ada juga nih band hatkor yang bikin lagu kaya gini, keren!”. Rekomendasi penuh buat kamu yang suka sama band New York yang saya sebutin diatas. Album ini keren banget!

Histories – Refusal Statement
Rilisan perdana dari band yang bernaung dibawah Set The Fire Records ini seperti bom waktu yang meledak disaat semua orang heboh banget sama Go It Alone. Don’t get me wrong, GIA keren emang, apalagi Kram, yang saat ini malah main grunge sama Supercrush, setelah sempet main metal bareng Ace di Black Breath, dan ngedramin Get The Most di masa-masa awal mereka. Di skena lokal, band yang paling mendekati GIA buat saya hanya ada dua, pertama This Heart di 2008, dan Strike Hard di kisaran 2009 sebelum mereka vakum karena ditinggal vokalis aslinya (dan ini di-amin-i oleh Rudy ketika kita nonton mereka di Hardfest 2009). Dan Histories, adalah pengulangan dari Strike Hard yang membubarkan diri di akhir tahun kemarin. 4 lagu melodic hatkor yang matang dan lirik yang personal selalu menjadi yang spesial buat saya, terlebih perombakan personil membuat Histories jauh lebih solid. Another cool band, cool peoples, and cool records label.

Our Spirit - S/T 
Band lama rasa baru asal Depok ini muncul dengan sound youth crew yang bandel dan kasar. Kalo kamu merindukan band-band youth crew agresif di awal taun 2000an seperti Stop And Think, atau Invasion, maka Our Spirit hadir mengisi kerinduanmu. Sejak pertama kali denger teaser albumnya yang mereka unggah di bandcamp, ditambah menyaksikan perform mereka di Maitrin Cafe berapa waktu lalu, saya sudah mencamkan dalam hati kalo albumnya bakalan keren dan jempolan!

No comments:

Post a Comment